Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

1.000 Restoran Tutup Permanen, PHRI: Tidak Mudah Cari Turis Punya Uang : Okezone Economy

0 1



JAKARTA – Pandemi Covid-19 menyulitkan industri hotel dan restoran. Akibat pandemi Covid-19 yang kemudian diikuti dengan adanya PSBB dan PPKM ini menyebabkan mobilitas orang semakin berkurang.

Dalam catatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, sepanjang tahun 2020 sebanyak 1.033 restoran di Indonesia yang tutup secara permanen. Penutupan permanen ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19.

“Tentu itu semua dampaknya adalah penurunan dari tamu. Apalagi khusus restoran, sebelumnya terakhir ini kan hanya boleh buka sampai jam 07.00 malam itu pun hanya 25% dari kapasitas. Ini tentu sangat menyulitkan kan terutama bagi restoran,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono alam Market Review IDX Channel, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Baca Juga: Aturan PPKM Mikro: WFH Bisa 50% hingga Mal Buka Sampai Jam 9 Malam 

Menurut Iwan, tutupnya 1.000 restoran secara permanen ini merupakan konsekuensi logis dari pandemi Covid-19 dan juga dampak dari berbagai macam pembatasan aktivitas yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Terutama restoran dan hotel di berbagai daerah tujuan wisata seperti Bali dan Jogja termasuk juga DKI Jakarta.

“Karena turis asing tidak ada yang datang ke Indonesia, sejak Januari lalu sudah ditutup untuk WNA yang masuk. Sementara harapannya tentu berasal turis domestik. Tapi turis domestik ini kan tidak mudah juga karena yang bisa menjadi turis itu orang yang punya uang, sementara kelompok-kelompok ini kan sangat memahami risiko dari penyakit itu,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, adanya PSBB dan PPKM ini merupakan salah satu mekanisme untuk mengendalikan penularan virus. Saat kondisi ini berlaku, memang ada pengurangi profit tetapi diimbangi dengan membuka lebih panjang jam kerja. Ini merupakan suatu keseimbangan yang diharapkan bisa memperbaiki keadaan.

“Memang terjadi pengurangan profit, tetapi kan diimbangi dengan membuka lebih panjang jam kerja menjadi jam 09.00 malam kemudian kapasitas yang 25% ditingkatkan menjadi 50% ini kan merupakan suatu balancing yang tentu diharapkan memperbaiki keadaan,” tandasnya.



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.