Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Anak Bunuh Ibu Kandung, Pelaku: Aku tuh Kesal Dimarahi Terus : Okezone News

0 3



PRABUMULIH – Syamsul Bahri (42) pelaku yang dengan kejam membunuh ibu kandungnya, berhasil ditangkap oleh tim Nobatz Polsek Prabumulih Timur di back up Tim Gurita Polres Prabumulih, Selasa pagi (26/1/2021), sekitar pukul 09.00 WIB setelah mendapat informasi kalau tersangka diamankan petugas Stasiun di Peninjauan, Kabupaten OKU.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Herman Rozi SH MH didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH mengungkapkan, kalau motif yang mendasari perbuatan tersangka karena korban sering dimarahi ibunya.

Dan Pada malam kejadian, Minggu (26/1/2021), naas itu sekitar pukul 19.30 WIB sempat terjadi cekcok antara ibu dan tersangka. Pengakuan tersangka, diakuinya sempat didapat ibunya menggunakan sebilah parah. Lalu, parang itu berhasil direbutnya.

Lalu karena sudah gelap mata tersangka menghujamkan parang itu sebanyak dua kali ke leher ibunya, Almarhumah Nurhayati (63) hingga ditemukan meninggal dunia di dapur rumah.

Selain itu pemicu tersangka tega berbuat sadis, terhadap ibunya itu lantaran depresi sejak lama dialaminya. Apalagi, sering dimarahi ibunya membuat emosinya meningkat. Hingga terjadilah kasus pembunuhan tersebut.

Baca Juga: Pembunuh Ibu Kandung di Prabumulih Berhasil Ditangkap Polisi

“Untuk info depresi tersangka, kita akan memastikannya dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Palembang,” jelasnya.

Akibat perbuatan itu, tersangka sendiri dijerat dengan Pasal 44 Ayat 3 UU No 23/2004 tentang KDRT. “Ancamannya, 15 tahun penjara. Unsurnya, melakukan kekerasan dalam keluarga ibu kandungnya, yang menyebabkan meninggal dunia.

Setelah usai membunuh ibunya, tersangka melarikan diri ke arah Baturaja. Berbekal informasi itu tim langsung bergerak melakukan pengejaran hingga akhirnya tersangka diamankan petugas Stasiun Peninjauan.

“Dari keterangan tersangka usai membunuh ia berjalan menyusuri rel kereta api (KA) hingga ke Stasiun Peninjauan, sampai akhirnya diamankan petugas Stasiun,” katanya.

Selain itu juba Kapolsek membantah, kalau motif pembunuhan tersebut disebabkan masalah harta warisan dipertanyakan tersangka.

“ Masalah warisan bukan motif utamannya, tapi tersangka kesal sering dimarahi ibunya,” pungkasnya.

Saat diwawancarai awak media, tersangka yang berkata sedikit mengelantur, mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya karena kesal sering dimarahi ibu kandungnya.

“Aku tuh kesal dimarahi ibu terus, sering dikatakan anak tirilah, anak yang tidak berguna lah, dan malam itu ibu aku ngapak duluan. Tapi parang lepas dari tangan ibu, akurebut, terus duo kali aku kapak, terus aku tinggalke pegi belari dari rumah,” ungkapnya.

(kha)



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.