Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Fit and Proper Test Komjen Listyo Sigit: Diantar Kapolri hingga Puja-pujian

0 2



Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers usai mengikuti Fit and Proper Test Calon Kapolri di Lobi Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Komisi III DPR menyepakati Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri setelah menjalani rangkaian fit and proper test pada Rabu (20/1) kemarin.

Dalam fit and proper test yang berlangsung kurang lebih 4 jam, Sigit membeberkan berbagai strategi dan fokus kerjanya jika disetujui sebagai Kapolri. Ia juga mendapat berbagai catatan dan pujian dari beberapa fraksi.

Setelah ini, hasil uji kelayakan dan kepatutan Sigit akan dibawa ke rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan dari DPR. Dan nantinya, Sigit akan dilantik sebagai Kapolri ke-25 oleh Presiden Jokowi.

Namun, terdapat beberapa momen menarik saat proses fit and proper test Sigit kemarin. Apa saja?

Diantar oleh Idham Azis

Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kiri) mendampingi calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Sebelum menjalani fit and proper test, Sigit tak datang sendirian. Ia ikut diantar oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, termasuk Kapolri Jenderal Idham Azis.

Apa alasan Idham ikut mengantar Sigit?

“Ini saya lakukan untuk memberi pelajaran kepada generasi Polri, bahwa pergantian kepemimpinan Polri itu adalah suatu keniscayaan. Untuk memberi gambaran bahwa institusi Polri regenerasinya berjalan dengan baik dan mulus,” kata Idham Azis.

Dengan mengantarkan Sigit ke DPR, ia berharap tradisi ini dapat terus dijaga ke depannya. Bahkan, diharapkan tetap diantar sampai pelantikan berlangsung. Sehingga, menunjukkan internal Polri sangat solid.

“Apa yang telah diputuskan oleh Bapak Presiden, sebagai pimpinan tertinggi Polri di internal Polri hanya ada dua: kita laksanakan dan kita amankan,” ucap Idham.

Beberapa pejabat Polri yang juga ikut mendampingi Sigit selama fit and proper test antara lain Wakapolri Komjen Gatot Eddy, Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto, Komjen Pol Arief Sulistyanto, Kadiv Propam Brigjen Pol Ferdy Sambo, Kapolda Aceh Komjen Irjen Pol Wahyu Widada, dan Kapolda Sulut Irjen Panca Putra Simanjuntak.

Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kiri) mendampingi calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Hal ini juga diikuti oleh Sigit. Saat membuka proses fit and proper test, ia menyebut pejabat-pejabat Polri yang hadir mendampinginya sebagai tanda Polri solid.

“Mohon izin Bapak, yang hadir mendampingi kami ini susunannya adalah urutan senior mulai dari 87, 88, 89, 90, kami sendiri 1991 beserta leting kami, dan adik-adik kami. Mohon izin melaporkan, bahwa saat ini Polri solid, Pak,” ujar Listyo sebelum memulai pemaparan.

Konsep Presisi yang Dibawa Listyo Sigit

Sigit membawa konsep Presisi dalam fit and proper testnya kemarin. Konsep ini merupakan fase lanjut dari program promoter.

Presisi, dijelaskan oleh Sigit, merupakan akronim dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi. Satu hal yang akan ia bawa jika nantinya mengemban jabatan sebagai Kapolri.

“Dalam kepemimpinan Polri Presisi, ditekankan pentingnya kemampuan pendekatan pemolisian prediktif (predictive policing) agar Polri mampu menakar tingkat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui analisa berdasarkan pengetahuan, data, dan metode yang tepat sehingga dapat dicegah sedini mungkin,” terang Sigit.

Fit and Proper Test Kapolri di DPR RI. Foto: Dok. DPR RI

“Kata responsibilitas dan transparansi berkeadilan menyertai pendekatan pemolisian prediktif yang ditekankan agar setiap insan Bhayangkara mampu melaksanakan tugas Polri secara cepat dan tepat, responsif, humanis, transparan, bertanggung jawab, dan berkeadilan,” tambah dia.

Dalam menggodok konsep ini, Sigit mengambil hasil riset dari beberapa lembaga penelitian, seperti LSI, Litbang Kompas, Alvara Research dan Indonesia Indicator. Dari situlah, ia menyimpulkan terjadi penurunan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri merupakan akibat dari meningkatnya permasalahan publik yang drastis. Ditambah, jumlah rasio yang menangani pun tak ideal.

“Kondisi ini menciptakan rasio beban dan jumlah anggota polisi semakin tidak ideal, sehingga mendorong munculnya tindakan kekerasan dan penyalahgunaan kewenangan polisi dalam pelaksanaan tugas,” jelas Sigit.

8 Komitmen Listyo Sigit

Dalam sesi akhir pemaparannya, Sigit merinci 8 komitmen yang akan dia lakukan di tubuh Polri jika nantinya menjabat sebagai Kapolri.

“Izinkan saya menyampaikan 8 komitmen apabila saya diberikan amanah menjadi Kapolri,” ujar dia.

Fit and Proper Test Kapolri di DPR RI. Foto: Dok. DPR RI

Berikut 8 Komitmen Komjen Listyo Sigit untuk Polri;

  1. Menjadikan Polri sebagai institusi yang prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan (Presisi)

  2. Menjamin keamanan untuk mendukung program pembangunan nasional

  3. Menjaga soliditas internal

  4. Meningkatkan sinergitas dan soliditas TNI-Polri, serta bekerja sama dengan APH dan kementerian/lembaga untuk mendukung dan pengawal program pemerintah

  5. Mendukung terciptanya ekosistem-ekosistem inovasi dan kreativitas yang mendorong kemajuan Indonesia

  6. Menampilkan kepemimpinan yang melayani dan menjadi teladan

  7. Mengedepankan pencegahan permasalahan, pelaksanaan keadilan restorative, dan problem solving

  8. Setiap negara NKRI dan senantiasa merawat kebhinekaan

Akhirnya Disetujui oleh Komisi III DPR

Setelah mengikuti rangkaian uji kelayakan dan kepatutan, Seluruh fraksi di komisi III menyatakan persetujuan agar Sigit menjadi Kapolri. Namun, Demokrat menyetujui dengan memberikan sejumlah catatan.

Ketua Komisi III Herman Hery mengambil keputusan akhir usai mendengar sikap akhir setiap fraksi. Dia meminta persetujuan agar Sigit ditetapkan sebagai Kapolri.

Ketua Komisi III Herman Hery di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Rabu, (30/10/2019).
Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Dengan demikian, bedasarkan pertimbangan pandangan dan catatan-catatan yang disampaikan fraksi-fraksi, akhirnya pimpinan anggota komisi III secara mufakat menyetujui pemberhentian dengan hormat Kapolri atas nama Jenderal Idham Azis dan menyetujui Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri,” kata Herman.

“Yang selanjutnya ditetapkan dalam rapur dan selanjutnya akan diproses sesuai perundang-undangan,” sambung Herman sambil mengetok palu persetujuan.

Puja-puji untuk Listyo Sigit

Dalam proses fit and proper test, Sigit mendapat banyak masukan dan pujian dari sejumlah fraksi di Komisi III.

Misalnya, anggota Komisi III F-PDIP yang juga mantan Kapolda Kalimantan Timur, Safaruddin, menilai Sigit sebagai sosok Kapolri milenial yang keren. Apalagi, ditambah Sigit masih berusia 51 tahun saat menjabat sebagai Kapolri.

“Pertama saya berikan apresiasi bahan fit proper test luar biasa. Bapak calon Kapolri milenial yang kita sudah memasuki era milenial kalau bahasanya keren, Bapak calon Kapolri keren,” ujar anggota DPR dapil Kaltim itu.

Uji kelayakan dan kepatutan Kapolri di DPR RI. Foto: Dok. DPR

Lalu, anggota Komisi III dari Fraksi PKS, Dimyati Natakusumah, yang menaruh perhatian kepada dua orang Polwan yang turut mendampingi Sigit selama uji kelayakan berlangsung. Salah satunya yakni Iptu Novita.

Saat mengawali pertanyaan ke Sigit, Dimyati memuji adanya dua Polwan berkerudung yang mendampingi Sigit. Dia menilai keberadaan dua Polwan itu menujukkan kecerdasan seorang Listyo Sigit.

“Ada Bapak Wakapolri beserta jajarannya saya senang Pak, tim bapak ini ada Polwan berjilbab dua. Ini tanda-tanda bapak cerdas ini, ini kami sudah terpesona,” ujar Dimyati.

Ia juga sempat memuji Sigit yang dianggap merupakan seorang polisi yang cerdas dan bertangan dingin.

“Pak Sigit ini polisi yang cerdas dan bertangan dingin dengan beliau semua tangan beres. Pernah tadi pimpinan polisi di tingkat kecamatan dan Kapolda Banten saya warga Banten jadi tahu sepak terjang bapak,” tuturnya.

Alasan Sigit Cepat Disetujui sebagai Kapolri

Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Perjalanan Listyo Sigit sebagai Kapolri terbilang cukup mulus dan cepat dalam uji kelayakan di Komisi III DPR. Saat uji kelayakan pun berlangsung lancar. Tak ada satu pun fraksi yang menolak Listyo Sigit sebagai Kapolri.

Padahal, biasanya Komisi III perlu beberapa hari untuk rapat internal menentukan setuju atau tidak sang calon Kapolri yang diajukan Presiden. Tapi kini, hanya butuh waktu tak sampai 2 jam untuk kembali rapat dan menyatakan setuju terhadap Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri.

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Mahesa pun tak menampik proses penetapan Sigit sebagai Kapolri sangat cepat. Sebab, tak ada alasan fraksi untuk menolak Sigit.

“Kalau ini formalitas memang formalitas, kenapa kalau dari pandangan semua fraksi tidak ada yang mempermasalahkan. Tapi kalau baca makalah Presisi tidak ada alasan apa pun juga bagi fraksi-fraksi di Komisi III untuk menolak,” kata Desmond.

Menurut Desmond, gagasan yang dibuat Listyo Sigit merupakan jawaban atas permalasahan yang ada saat ini.

“Inilah persoalan jawaban atas problem-problem yang terjadi hari ini, tinggal Kapolri yang ditetapkan nanti jadi Kapolri bisa melaksanakan dengan maksimal,” ucap dia.

“Jadi fraksi-fraksi sepakat menyetujui dengan catatan-catatan presisi ini dapat dijalankan dengan sesuai apa yang dipresentasikan,” tutup Desmond.



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.