Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Jalan-Jalan ke Gunungkidul, Coba Belalang Goreng dan Makanan Ini deh : Okezone Travel

0 1


LIBURAN ke Yogyakarta Anda tentu tak melewatkan berkunjung ke Gunungkidul. Selain menikmati wisata alamnya yang indah, Anda juga bisa mencicipi ragam kuliner lezat di sana loh.

Gunungkidul dulunya terkenal sebagai daerah tandus dan gersang. Saat musim kemarau datang, kekeringan pun melanda Gunungkidul. Namun kini, kekayaan alam Gunungkidul menjadi hal utama yang selalu dibicarakan khalayak.

Sama halnya dengan wisatanya yang beragam, Gunungkidul juga punya deretan makanan khas. Nah, berikut ini daftar makanan khas yang wajib Anda coba saat berlibur ke Gunungkidul:

Walang atau Belalang Goreng

 belalang

Sebagian orang mungkin merasa geli dengan makanan yang telah lama dijadikan lauk bagi masyarakat Gunungkidul ini. Siapa sangka bahwa belalang memiliki gizi serta protein yang tinggi? Katanya, cita rasa yang dimiliki belalang goreng serupa dengan udang goreng, yakni renyah dan gurih. Jika menyukai pedas, terdapat juga belalang goreng yang memiliki rasa pedas.

Sebelum digoreng bersama bumbu-bumbu spesial, belalang akan dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran yang ada di dalam tubuhnya. Semua bagian belalang dapat dikonsumsi dari kepala hingga kaki. Namun jika Anda alergi makanan berprotein tinggi, sebaiknya berhati-hati karena dapat menyebabkan gatal-gatal.

Baca Juga: 8 Kuliner Khas Sumedang, Enggak Cuma Tahu Goreng Loh!

 

Nasi Tiwul

 

Nasi tiwul Gunungkidul merupakan makanan lokal yang terbuat dari tepung geplek, yakni singkong yang telah dikeringkan dan dikukus. Pada zaman penjajahan Jepang, tiwul menjadi bahan pangan pokok, khususnya untuk masyarakat jawa. Hal ini dikarenakan beras sangat sulit untuk ditemukan dan harganya pun terlampau mahal.

Singkong yang menjadi bahan dasar tiwul memberikan citarasa yang manis dan gurih. Nasi tiwul juga bisa ditambahkan parutan kelapa dan gula merah.

 

Gatot Gunungkidul

 

Sama halnya dengan tiwul, gatot juga berbahan dasar geplek atau singkong yang dikeringkan. Gatot tergolong dalam kudapan ringan khas Gunungkidul yang penyajiannya sederhana, yakni dibungkus dengan daun pisang yang diberi taburan gula pasir dan kelapa parut di atasnya.

Pada umumnya Gatot berwarna hitam, yang dikarenakan oleh fungi dan bakteri saat penjemuran yang terhampar siang dan malam. Meski demikian, fungi dan bakteri ini tidak berbahaya dan hanya dimanfaatkan untuk membantu proses fermentasi pati dan singkong agar terurai oleh enzim sehingga lebih mudah untuk dicerna.

Sego Abang Jirak

 sego

Di wilayah Gunungkidul yang bercurah hujan rendah dengan jenis tanah berbatu, hanya padi tadah hujan yang dapat tumbuh subur. Sebagian jenis padi tanah hijau tersebut menghasilkan nasi merah yang kemudian diolah menjadi Sego Abang Jirak.

Makanan ini bertekstur lembek dan kaya akan rasa gurih. Sego Abang Jirak juga merupakan masakan khas Gunungkidul yang memiliki kadar protein tinggi karena bahan dasarnya bukan berupa beras putih yang biasanya dominan dengan kandungan karbohidrat.

Baca Juga: Rasakan Sensasi Menyantap Seafood Sambil Nikmati Sunset

Sayur Lombok Ijo

 

Sayur Lombok Ijo terbuat dari bahan dasar seperti santan kelapa, cabai hijau, cabai rawit, kacang panjang, tempe kedelai, dan berbagai rempah dan bahan lainnya. Ciri khas sayur ini adalah kuah yang terbuat dari santan dan rasanya yang pedas. Selain itu, tempe kedelai yang digunakan sebagai pelengkap dibuat dengan cara tradisional, yakni dibungkus dengan menggunakan daun pisang atau daun jati. Masyarakat Gunungkidul kerap kali menyebut Sayur Lombok Ijo dengan nama ‘Jangan Lombok Ijo’.



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.