Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Jangan Ucapkan Kalimat Ini di Pesawat, Akibatnya Bisa Fatal : Okezone Travel

0 4


BANYAK hal yang perlu diketahui sebelum memutuskan memilih pesawat terbang sebagai alat transportasi Anda dalam bepergian. Ya, menggunakan pesawat memang sangat menghemat waktu perjalanan.

Namun, tahukah Anda jika sebelum menaiki pesawat banyak aturan yang harus kita patuhi, mulai terkait barang bawaan maupun hal-hal yang dilarang, sekalipun hanya secara verbal atau lisan.

Pilot yang juga seorang YouTuber kenamaan, Kapten Vincent Raditya mengungkap pengalamannya terkait bomb threat yang pernah ia alami di pesawat.

Menukil laman Protect IU, bomb threat atau ancaman bom didefinisikan sebagai ancaman untuk meledakkan bahan peledak atau alat pembakar yang menyebabkan kerusakan properti, kematian, atau cedera, baik alat tersebut benar-benar ada maupun tidak.

Semua ancaman bom harus ditanggapi dengan serius. Selain itu orang yang membuat guyonan mengenai bom ketika berada di pesawat juga bisa berurusan dengan polisi atau bahkan dipenjara.

Baca juga: Mengintip Pesona Desa Takpala, Destinasi Wajib saat Berlibur di Alor

Kapten Vincent mengatakan, bomb threat kerap dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab demi tujuan tertentu. Tindakan itu jelas melanggar hukum karena dapat membahayakan keselamatan manusia.

Pesawat

(Foto: Unsplash)

Pernah dalam suatu penerbangan Kapten Vincent mengalami peristiwa tidak biasa yang membuatnya merasa tidak nyaman.

“Ini ada seorang bapak-bapak yang masuk mau terbang dari kota A ke kota B. Ketika kita masuk ke dalam pesawat, seperti biasa kita boarding, persiapan, cek semuanya, ketika semuanya udah oke ya kita lakukan penerbangan,” kata Kapten Vincent dikutip dari channel YouTube-nya, Vincent Raditya.

Pria paruh baya itu kata dia, duduk di kursi emergency pesawat. Yang mana jika seseorang duduk di kursi emergency, orang tersebut harus siap ketika terjadi pendaratan darurat.

Baca juga: Kisah Pramugari Antar Makanan ke Penumpang Tak Kasat Mata di Kursi 22A

Salah seorang pramugari kemudian menanyakan ke pria itu apakah siap untuk membantu tugas pramugari jika terjadi evakuasi. Awalnya pramugari tersebut tidak tega mengingat usianya yang tidak lagi muda, namun pria itu ngotot tetap ingin duduk di kursi tersebut.

Ia diminta pindah ke kursi depan dengan alasan keselamatan. Namun penumpang itu menolak karena merasa dirinya sudah membeli tiket di kursi tersebut. Karena terjadi perdebatan yang tidak ada habisnya, pramugari pun bersikap tegas dengan memindahkan koper miliknya ke kursi depan.

“Nah, ketika pramugari itu ngambil kopernya si kakek itu ngomong ‘jangan diangkat, itu isinya bom’,” kata Kapten Vincent.

Setelah pria itu mengucap kata ‘bom’, pramugari langsung menginformasikan kepada pilot di ruang kokpit mengenai hal tersebut. Sebagai seorang awak kabin, ketika mendengar adanya bomb threat, ia harus menganggapnya serius sekalipun niatnya hanya bercanda.

“Saya tidak mau membahayakan seluruh orang yang ada di dalam pesawat ini meskipun saya percaya dia cuma bercanda. Apabila saya terbangkan pesawat ini dan ternyata memang itu bom, saya bisa mencelakakan begitu banyak orang,” tuturnya.

Baca juga: Pesawatnya Mendarat Darurat di Boyolali, Ini Penjelasan Batik Air

Ketika ada ancaman seperti itu, ada berbagai prosedur yang harus dilakukan yaitu mengecek seisi pesawat baik dalam kabin maupun di luar pesawat. Rangkaian prosedur itu lantas mambuat pesawat mengalami keterlambatan penerbangan alias delay. Setelah terus dicari, benda yang disebut bom oleh pria paruh baya tadi tidak terbukti.

Alhasil, petugas keamanan langsung mengamankan pria itu dan dibawa ke pihak berwajib untuk diinterogasi. Saat ditanya apa motifnya, pria itu hanya berlasan jika tidak ingin pindah tempat duduk, sehingga ia mengucapkan kata-kata tak pantas itu.

Kapten Vincent lantas berpesan agar jangan menjadikan bom sebagai bahan guyonan atau candaan baik di sekitar area bandara terlebih di dalam pesawat. Sebab, hal itu akan menimbulkan kepanikan bahkan mengancam keselamatan bagi orang lain. Tak hanya itu, konsekuensi bagi pelakunya pun bakal terjerat pidana.



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.