Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Jasad Kapten Afwan Teridentifikasi, Pilot Religius & Dermawan Itu Segera Dimakamkan : Okezone Travel

0 8


JENAZAH Kapten Afwan, pilot Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan PK-CLC SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, tepatnya di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki pada Sabtu, 9 Januari 2021 akhirnya teridentifikasi.

Jasadnya berhasil dikenali berdasarkan pemeriksaan forensik oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.

Bicara mengenai Kapten Afwan, ibarat menceritakan sosok orang yang nyaris tanpa cela. Almarhum semasa hidupnya memang dikenal sebagai pribadi yang baik dan religius. Pilot senior yang kesehariannya selalu mengenakan peci putih itu juga dikenal sebagai sosok yang dermawan.

Kakak sepupu Kapten Afwan, Yurni Mahmud mengungkapkan, meski sepupunya itu jarang pulang kampung ke Tanah Datar, Sumatra Barat, namun ia selalu menanyakan keadaan keluarga dan kampung halamannya melalui grup percakapan WhatsApp.

Baca juga: Jenazah Pilot Sriwijaya Air SJ 182 Kapten Afwan Akhirnya Teridentifikasi

“Jadi, ada sebuah grup WhatsApp keluarga, di dalam grup itu ia selalu bertanya keadaan kemenakannya dan keadaan di kampung bagaimana,” kata Yurni mengawali cerita belum lama ini.

Saking pedulinya dengan keluarga, Kapten Afwan bahkan sempat mengirim sejumlah uang ke salah satu anggota keluarga di kampung yang tengah menjalani isolasi mandiri karena terpapar virus corona alias Covid-19.

Kapten Afwan

(Foto: Instagram/@ariekuntung)

“Terakhir berkomunikasi dengan beliau melalui grup WhatsApp, yang mana ia masih sempat mentransfer sejumlah uang ke kemenakannya, Ikhsan, yang tengah menjalani isolasi mandiri,” terangnya.

Sosok Kapten Afwan juga begitu membekas di hati Ketua Organisasi Perantau Nagari Sungai Jambu Saiyo Sakato se-Jabodetabek, Delpis Dt Majo Indo. Delpis menyebut Kapten Afwan merupakan pribadi yang religius dan rendah hati.

Baca juga: Mengenang Kapten Afwan, Pilot Dermawan Penyayang Keluarga

Meski tinggal di rantau dan berkeluarga di rantau, kata dia, Kapten Afwan tetap peduli dengan keluarga dan keponakannya di Sungai Jambu, Pariangan.

Kerabat Capt Afwan

Yurni Mahmud/kiri (Foto: Antara)

Bagi Delpis, hal paling berkesan dengan almarhum ialah penampilannya yang sederhana dan selalu menggunakan peci putih bak seorang mubaligh.

“Mungkin kalau bertemu dengan dia kita mengira dia adalah seorang mubaligh, karena penampilannya seperti seorang mubaligh, tidak saja di pertemuan perantau namun menurut rekan kerjanya ia juga sering menggunakan peci putih,” tuturnya.

Tak hanya religius dan dermawan, Kapten Afwan masyhur sebagai manusia yang tidak pernah rewel dan legowo meski diketahui ada bagian pesawat yang rusak. Pemilik akun Twitter @rizkianoob belum lama ini membagikan pengalamannya terbang bersama Kapten Afwan. Ia pun mengunggah video kebersamaan itu sedang berada di ruang kokpit.

“Captain Afwan salah satu captain terbaik yang pernah saya kenal. Tidak pernah rewel walaupun pesawat ada rusak dia bilang ke teknik dengan baik dan sabar, dermawan banget lagi orangnya dan selalu identik dengan kopiah putihnya. Safeflight to jannah capt,” tulisnya.

Rizki mengaku pernah bekerja dengan Kapten Afwan selama kurang lebih 3,5 tahun. Ia mengaku bekerja sebagai teknisi pesawat di Sriwijaya Airlines.

“Semasa saya bekerja bersama beliau banyak orang yang terinspirasi dengan beliau. Kalau ada porter, ramp, FOO tahu Capt Afwan mau landing di Surabaya selalu respect (menghormati) dengan beliau,” kata dia.

“Beliau sosok pilot yang baik penyabar, saat pesawat terkendala pun beliau tidak pernah marah selalu disambut dengan senyuman. Saya ingat betul setiap Jumat kalau landing (mendarat). Saat landing pun kalau sempat salat lima waktu beliau menyempatkan turun dari pesawat untuk solat kadang mengajak teman-teman untuk solat jamaah,” terangnya.

Bahkan, setiap Kapten Afwan turun dari pesawat, sang teknisi ini kerap melihat tulisan ayat Alquran di ruang kokpit.

Foto Profil WA Capt Afwan

Baca juga: Doa-Doa Terbaik Terus Mengalir untuk Kapten Afwan Pilot Sriwijaya Air

“Setiap beliau turun dari pesawat dan saya posisi mengecek kondisi pesawat, di kokpit selalu ada tulisan surah Alquran. Saat terbang beliau (selalu) menyempatkan untuk selalu berdoa,” kenang Rizki.

“Pokoknya beliau sangat menginspirasi. Pilot satu-satunya yang saya kenal dan identik selalu memakai peci warna putih,” tutupnya.

Pribadi yang religius dari sosok Kapten Afwan juga tergambar jelas dari foto profil WhatsApp almarhum. Terlebih ia mengunggah foto Superman yang sedang salat dengan tulisan yang mengingatkan pentingnya ibadah lima waktu itu bagi seorang muslim.

“Setinggi apapun aku terbang, tidak akan mencapai surga bila tidak shalat lima waktu,” demikian tulisan di samping gambar Superman yang diunggah Kapten Afwan.

Sebelumnya diwartakan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi jenazah Kapten Afwan, pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021 lalu. Selain Kapten Afwan, dua penumpang pesawat bernomor register PK-CLC SJ 182 itu juga berhasil dikantongi identitasnya.

“Sampai sore hari ini (Jumat), tim berhasil mengidentifikasi kembali ada tiga korban, yang pertama korban atas nama Afwan RZ, laki-laki berumur 54 tahun,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat, 29 Januari 2021.

Baca juga: Curhat Pilu Pramugari Aldha Refa yang Ditinggal Okky Bisma Korban Sriwijaya Air

Kapten Afwan

(Foto: Instagram/@ariekuntung)

Sedangkan dua jenazah lainnya teridentifikasi sebagai penumpang atas nama Suyanto (40) dan Riyanto (32). Keduanya diketahui merupakan kakak beradik asal Sragen, Jawa Tengah.

Ketiga korban berhasil diidentifikasi melalui data pembanding DNA. Suyanto teridentifikasi berdasarkan data pembanding DNA dari ayah kandung dan ibu kandung. Sedangkan Riyanto dan Afwan teridentifikasi melalui data pembanding DNA dari anak kandung.

Dengan demikian, total jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berhasil diidentifikasi berjumlah 58 orang, terdiri dari 30 laki-laki dan 28 perempuan.

“Jadi, sampai sore hari ini, tim berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenazah dari 62 korban seluruhnya, jika dipersentasekan itu sebesar 93,5 persen,” kata Rusdi seraya memastikan bahwa seluruh jenazah teridentifikasi telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.