Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Jiwasraya Perlu “Disuntik Mati” Karena Jadi “Sapi Perah”

oleh: Ali Irfan (Pengamat Sosial dan Politik)

0 17

✍️   Kasus Jiwasraya harus menjadi perhatian kita bersama, karena kasus ini seperti tenggelam dalam tumpukan masalah besar lainnya seperti pendemik covid19, Pilkada serentak, dan lain-lain.

Kasus Jiwasraya harus selalu kita ingat sebagai “bobrok”-nya tatakelola BUMN kita.

Betapa lemah-nya pengawasan praktek keuangan yang dilakukan oleh lembaga keuangan, baik plat merah maupun swasta.

Sulit untuk diterima nalar sehat kita semua, ada “penggarongan duit” rakyat yang dilakukan secara sistematis terencana dengan uang yang sangat besar.

Mengapa tidak bisa diendus oleh OJK atau auditor internal?

Ini pertanyaan masyarakat umum, termasuk saya.

Puluhan triliun uang rakyat dirampok oleh sindikat tapi perhatian kita terhadap kasus ini tidak cukup serius.

Pemerintah pun, dinilai tidak tegas dan justru melindungi Jiwasraya yang sudah bangkrut “ludes” dijarah perampok berdasi.

Sulit untuk dimengerti, rencana kebijakan pemerintah yang akan memberikan pinjaman kepada Jiwasraya yang sudah tidak lagi bisa dipercaya sebagai perusahaan.

Apalagi rencana “bailout”  pemerintah mencapai angka Rp 20 Triliun, angka yang sangat besar.

Jelas kebijakan ini “mengusik rasa keadilan” rakyat. Rakyat harus ikut menanggung beban akibat kasus perampokan yang dinikmati oleh segelintir orang.

Sudah seharusnya Jiwasraya “disuntik mati” dan menjadi monumen kebangkrutan nasional jika BUMN menjadi “sapi perah” oleh segelintir orang.

Jiwasraya harus menjadi pelajaran buat kita semua, untuk tidak memberi ampun dan kesempatan sedikitpun kepada perusahaan yang tidak proper dan dirampok.

Penulis adalah Dosen UIN Syarif Hidayatulah Jakarta.

Leave A Reply

Your email address will not be published.