Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Kemenkes: Vaksin Covid-19 Tidak Menimbulkan Penyakit : Okezone Lifestyle

0 3


Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan vaksin Covid-19 yang beredar yaitu vaksin Sinovac tidak menimbulkan penyakit. Vaksin disuntikkan dengan tujuan menciptakan antibodi untuk melawan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa ada tenaga kesehatan meninggal dunia diduga setelah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama. Sembilan hari setelah divaksin, nakes mengalami gejala sakit yaitu demam tinggi disertai sesak napas.

 Siti Nadia Tarmizi

“Kami turut berduka cita sebelumnya atas kabar beberapa tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat yang diketahui meninggal dunia setelah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama. Tapi, dapat kami tegaskan bahwa vaksin tersebut tidak menimbulkan penyakit dan gejala yang timbul pun sejauh ini tidak ada yang parah,” papar Jubir Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, Senin (22/2/2021).

Vaksin Covid-19 Sinovac yang dipakai di Indonesia dibentuk dengan sistem memasukkan virus SARS-CoV2 yang dimatikan. Dengan karakter tersebut, dipastikan secara ilmu sains bahwa vaksin tidak bisa menyebabkan penyakit tertentu.

Jika muncul kondisi kesehatan yang turun, itu hanya berupa gejala. Efek samping vaksin Covid-19 yang ditemukan Kemenkes sejauh ini bersifat ringan yaitu mual, kesulitan bernapas, kesemutan, lemas, jantung berdebar, dan semua gejala itu dapat normal kembali dengan tanpa obat.

Nadia melanjutkan, proses penciptaan vaksin pun tidak sembarangan. Lalu, terkait dengan dosis pun ditentukan dengan sangat hati-hati. “Dosis vaksin ditentukan sangat hati-hati supaya vaksin tersebut tidak menimbulkan penyakit, melainkan mampu merangsang tubuh merespons terhadap antigen atau virus yang sudah dimatikan, sehingga tubuh bisa memberikan antibodi yang tentunya siap kalau tertular Covid-19,” terangnya.

Nadia coba menjelaskan kemungkinan seseorang yang sudah divaksin tetap dapat terinfeksi Covid-19. Pertama adalah orang tersebut tidak menyadari kalau dirinya positif Covid-19 karena tidak bergejala dan dari data yang Kemenkes miliki, pasien tanpa gejala atau gejala ringan itu lebih banyak dibanding pasien gejala berat.

Karena kondisi tersebut, seseorang tidak dapat memastikan apakah dirinya benar-benar sehat atau sebetulnya sudah terpapar Covid-19 namun gejala tidak dirasakan. “Di Indonesia, 40 persen kasus covid-19 itu bergejala berat dan 60 persen lainnya bergejala ringan atau tidak dirasakan sebagai gejala,” ungkap Nadia.

Dia melanjutkan, kita tahu bersama juga bahwa masa inkubasi virus adalah 1 sampai 14 hari, sehingga rentang waktu yang cukup lama itu yang membuat keterpaparan virus sangat mungkin terjadi ada saat sebelum menerima vaksinasi.

“Sekali lagi kami jelaskan bahwa vaksin Covid-19 Sinovac itu aman dan bermutu, serta sudah mendapat izin BPOM yang artinya sudah betul-betul dilihat dan dikaji aspek keamanannya, sehingga penyuntikan vaksin tidak menyebabkan penyakit,” katanya.

“Vaksinasi juga sudah diberikan pada nakes lansia dan sampai saat ini tidak ada laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang signifikan,” tambah Nadia.



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.