Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Menghitung Harga OTR Toyota Raize di Indonesia

0 3



Bocoran Toyota Raize Foto: doc. Creative311
Toyota Raize terendus mulai ancang-ancang mengaspal di Indonesia. Bahkan SUV kompak ini sudah punya NJKB (nilai jual kendaraan bermotor).

Setidaknya ada 6 tipe yang terdaftar di Permendagri Nomor 1 tahun 2021, tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2021.

Yang bikin penasaran selanjutnya, kapan Toyota Astra Motor (TAM), gelar seremoni peluncurannya di dalam negeri?

Toyota Raize Foto: dok. Toyota

Ya memang pihak TAM tak mungkin mau mengungkapkan kapan, tapi beberapa sumber kumparan menyebut, bisa pertengahan tahun ini.

Nah sambil menunggu kapan Toyota Raize resmi dijual, mari kita coba hitung harga OTR-nya, apalah cukup ramah kantong?

Begini menghitung OTR Toyota Raize

Menentukan harga OTR bisa didapatkan dari data yang tertera di Permendagri 1/2021, yaitu NJKB, koefisien bobot, dan DPP (NJKB dikalikan koefisien bobot). Berikut lengkapnya.
Data NJKB Toyota Raize. Foto: dok. Permendagri
Kemudian dalam menghitungnya, kita menggunakan skema produksi lokal. Mengingat ada potensi besar Toyota Raize akan dibuat di dalam negeri, bersama dengan Daihatsu Rocky. Jadi kami tak memasukkan instrumen bea masuk impor.

Dalam penghitungan di bawah, kumparan hanya akan mengambil satu varian untuk sampel saja, 1.0T S CVT TSS, tipe tertinggi bermesin turbo transmisi CVT. Dan harga lengkapnya akan disajikan di ujung artikel.

Pada PP Nomor 41/2013 tentang Barang Kena Pajak (BKP) yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, pajak PPnBM mobil MPV 1.500cc ke bawah besarannya 10 persen.

PPnBM Toyota Raize A250RA-GBVVJ 1.0T S CVT TSS
10 persen x (NJKB Raize x koefisien bobot)
10 persen x DPP
10 persen x Rp 207.900.000
Hasilnya Rp 20.790.000

Mengacu pada UU Nomor 42 tahun 2009 tarif Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa pada pasal 7 besarannya 10 persen.

PPn Toyota Raize A250RA-GBVVJ 1.0T S CVT TSS
10 persen x DPP
10 persen x Rp 207.900.000
Hasilnya Rp 20.790.000

Berdasarkan UU Nomor 28/2009 pada pasal 11 disebutkan paling tinggi pengenaannya 20 persen. Namun, mengacu pada Perda Ibukota Jakarta Nomor 9/2010 tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pasal 7, angka penyerahan pertamanya adalah 10 persen dari NJKB.

BBN Toyota Raize A250RA-GBVVJ 1.0T S CVT TSS
Penyerahan I x DPP
10 persen x Rp 207.900.000
hasilnya Rp 20.790.000

Biaya Administrasi Penerbitan Surat-surat

Ada lagi biaya yang perlu dikeluarkan untuk penerbitan STNK sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Penerbitan STNK mobil baru Rp 200.000
Penerbitan TNKB mobil Rp 100.000
Penerbitan BPKB mobil baru Rp 375.000
Total beban pada masing-masing model Rp 675.000

Kemudian pengenaan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), berdasarkan PMK Nomor 36/PMK.010/2018, mobil penumpang bukan angkutan umum sebesar Rp 140.000 (pasal 4). Bila ditambahkan dengan biaya penggantian Kartu Dana/Sertifikat (pasal 5) sebesar Rp 3.000, menjadi Rp 143.000.

Estimasi Harga OTR Daihatsu Rocky

Nah untuk harga OTR Daihatsu Rocky tipe 1.0 R A/T, tinggal dijumlahkan saja semua instrumennya.

DPP + PPnBM + BBN + PPn + Penerbitan Surat + SWDKLLJ
Hasilnya Rp 271.088.000

Perlu diketahui, harga OTR ini belum termasuk margin keuntungan Toyota Indonesia, juga biaya tak terduga lainnya setelah mobil sampai ke diler.

Estimasi harga OTR Toyota Raize di Indonesia. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.