Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Ngabalin: Saya Maafkan Semua Khilafnya Ustadz Maaher : Okezone Nasional

0 1



JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengaku telah memaafkan semua khilaf Almarhum Ustadz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata. Ali sendiri saat ini sedang dalam masa penyembuhan setelah terpapar Covid-19.

Ali mengatakan turut berduka yang amat mendalam atas kepergian Ustadz Maaher dan telah memaafkan semua khilafnya.

“Saat ini sy dlm masa recovery stlh terpapar covid 19. byk tks atas doa”terbaik semuanya. Allahu Akbar, Tuhan Maha Dahsyat DIA sayang sm sy, alhamdulillah sy sdh di rumah. sy jg mengucapkan duka yg amat dlm atas kepergian Ust. Maher. sy tlh maafkan semua khilafnya HUSNUL KHOTIMAH,” tulis akun @AliNgabaliNew yang dikutip Selasa (9/2/2021).

Baca Juga: Ustadz Maheer Meninggal, Tengku Zul: Semua Akan Dijelaskan di Pengadilan Allah

Cuitan Ngabalin soal Ustadz Maheer juga pernah dilakukan saat Maaher ditangkap pada 6 Desember 2020. Dia menyebut Maaher jangan jadi sampah eksklusif dengan menangis mau mencium tangan Habib Lutfi. Ngabalin mengatakan, hukuman bagi Maaher agar bisa jadi pelajaran bagi dirinya dalam bersikap.

“Alhamdulillah Wasyukrillah biar kau rasakan betapa pedihnya SONI kalau membenci sesama. semoga menjadi pelajaran bagi yang lain wahai ustadz abal-abal. JANGAN MAU JADI SAMPAH Eksklusif: Sambil Menangis, Ustadz Maaher Ingin Cium Tangan Habib Luthfi ,” tulisnya pada 6 Desember 2020.

Ngabalin juga menyebar sebuah video yang dia sebut sebagai jejak digital berita bohong yang dibuat oleh Ustad Maaher.

“Kasihan jejak digital berita bohong& kebencian yg dilancarkan oleh SONI ERANATA si ustadz abal-abal yg kini resmi merintih penderitaan dlm rumah tahanan BARESKRIM. Alhamdulillah POLRI tlh menyelamatkan ummat dari ujaran kebencian, intoleran dan adu domba si SONI sampah ummat,” lanjut cuitanya saat itu.

Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Bareskrim Polri. Maaher ditangkap pada Kamis 3 Desember 2020 lalu di kediamannya di Bogor pada pukul 04.00 WIB pagi.

Baca Juga: Kronologi Ustadz Maaher Meninggal Dunia di Rutan Polri

Maaher disangkakan dengan Pasal 45a Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik. Maaher terancam pidana 5 tahun. Maaher dipolisikan oleh Advokat Muannas Alaidid. Maaher dilapor ke Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Senin (16/11) lalu.

Laporan terhadap Maaher diterima Bareskrim Polri dengan Nomor: LP/B/0649/XI/2020/Bareskrim tertanggal 16 November 2020. Kini Maaher telah berpulang karena sakit di dalam ruang tahanan.

(Ari)



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.