Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Pangdam Ungkap Kronologi Penembakan Prajurit TNI di Intan Jaya : Okezone News

0 4



JAYAPURA –Penembakan Prajurit TNI kembali terjadi di Intan Jaya, Papua. TNI memastikan, pelaku berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

(Baca juga: Kisah Prajurit Elite TNI AL Keturunan Tionghoa Bikin Takjub Tentara Inggris saat Konfrontasi Malaysia)

Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono mengatakan, korban penembak adalah Praka Hendra Sipayung yang tergabung dalam satuan tugas aparat teritorial (satgas apter).

“Memang benar korban ditembak di kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Jumat sekitar pukul 15.15 WIT,” ungkap Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yogo di Jayapura, Jumat (12/2/2021).

(Baca juga: Lagi! KKB Tembaki Pasukan TNI di Intan Jaya)

Dari laporan yang diterima korban saat ini dirawat di puskesmas Bilogai. Rencana evakuasi korban ke Timika tidak bisa dilakukan akibat cuaca sehingga dijadwalkan Sabtu (13/2), ujar Pangdam Cenderawasih seraya mengaku belum mengetahui persis kronologis kejadian.

“Komunikasi ke wilayah Intan Jaya cukup sulit, sehingga kami masih menunggu laporan lengkap,” tutup Mayjen TNI Yogo.

Sementara itu, Danrem 173 PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan secara terpisah menjelaskan, saat kejadian korban bersama rekan-nya sedang berbelanja di kios atau warung kecil yang letaknya di depan Kodim Persiapan Sugapa.

Tiba-tiba datang dua orang warga sipi yang mengendarai sepeda motor, saat mendekati kios langsung mengeluarkan senjata api dan menembak anggota.

Senjata api yang digunakan jenis laras pendek, kata Iwan seraya mengaku, usai menembak keduanya langsung melarikan diri ke arah berlawanan.

Anggota sempat mengejar pelaku namun tidak berhasil menangkapnya, kata Brigjen TNI Iwan yang mengaku saat ini berada di Serui mendampingi kunjungan kerja Pangdam XVII Cenderawasih. Praka Hendra Sipayung berasal dari Kodam Jaya.

Data yang dihimpun, selama 2020 KKB Papua tercatat melakukan 23 kasus penembakan, penganiayaan, dan perampasan senjata api yang menewaskan 10 warga sipil dan tiga tentara.

(fmi.-)



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.