Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Pelihara Buaya di Rumah dan Terlibat Jual Beli Satwa Dilindungi, 6 Warga Bantul Ditangkap Polisi : Okezone News

0 1



BANTUL – Petugas Subdit Gakkkum Ditpolairud Polda DIY mengamanankan 6 orang warga Bantul yang terlibat dalam pemeliharaan dan perniagaan satwa dilindungi.

Tiga orang ditangkap polisi karena memelihara buaya muara di rumahnya, dan 3 orang lainnya terlibat dalam perniagaan buaya muara dan labi labi moncong babi.

Dari enam orang yang terlibat, dua orang di antaranya adalah anak di bawah umur sehingga diberlakukan proses hukum sesuai sistem peradilan anak.

Baca Juga: Polisi Tangkap 3 Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi

Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli cyber yang dilakukan oleh petugas Polairud Polda DIY, setelah adanya laporan dari warga tentang buaya muara yang dipelihara oleh salah satu tersangka di rumahnya.

Baca Juga: Jual Burung Langka di Medsos, Pria Asal Malang Ditangkap Polisi

polisi bersama beberapa orang dari komunitas pecinta satwa, kemudian bergerak ke beberapa lokasi di wilayah Bantul serta Sleman dan berhasil menemukan adanya 5 ekor buaya muara dengan panjang antara 110 cm hingga 178 cm serta 14 ekor labi labi moncong putih yang diduga hasil perniagaan. Keenam tersangka bersama sejumlah satwa dilindungi selanjutnya dibawa ke Mako Ditpolairud Polda DIY untuk menjalani pemeriksaan, yang dilakukan bersama petugas dari BKSD.

Di depan polisi, salah satu tersangka pemelihara buaya mengaku mendapatkan buaya secara online dengan harga antara Rp700 ribu hingga Rp1,3 juta. Mereka memiliki sebuah group di media sosial untuk saling berkomunikasi tentang satwa peliharaan mereka, serta melakukan jual beli satwa secara online.

Wadir Polairud Polda DIY, AKBP Azhari Juanda mengatakan, perniagaan satwa yang dilindungi ini berhasil diungkap oleh jajarannya ketika melakukan patroli cyber dan menemukan dugaan adanya transaksi penjualan satwa dilindungi pada sebuah grup media sosial.

“Atas perbuatan tersangka, mereka akan disangkakan Pasal 40 ayat 2 juncto Pasal 21 ayat 2 UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Para pelaku terancam hukuman paling lama 5 tahun penjara atau denda paling banyak 100 juta rupiah. Sedangkan untuk pelaku dibawah umur, akan diproses hukum dengan sistem undang undang peradilan anak,” ujarnya.

Terkait dengan pengungkapan kasus perniagaan dan penyitaan 5 ekor buaya muara dan 14 ekor labi labi moncong putih, Kepala BKSD Yogyakarta Wahyudi, memberikan apresiasi kepada Subdit Gakkum Ditpolairud Polda DIY.

“Kami berharap, kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak memelihara satwa yang dilindungi dengan tanpa ijin. Apalagi memperjualbelikannya di masyarakat, buaya muara adalah salah satu dari buaya ganas yang ada di dunia, sehingga tidak selayaknya dipelihara di rumah warga,” tutur Wahyudi.



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.