Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Pemakaman Pasien Corona di Jember Ditolak Warga, Lubang Kubur Bahkan Diuruk Lagi

0 4


Pemakaman Pasien Corona di Jember Ditolak Warga, Lubang Kubur Bahkan Diuruk Lagi
Pemakaman jenazah seorang pasien COVID-19 berjenis kelamin perempuan di Dusun Gumukbago, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember, yang ditolak warga. Foto: Dok. Istimewa

Pemakaman jenazah seorang pasien corona berjenis kelamin perempuan di Dusun Gumukbago, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Jember berlangsung ricuh pada Selasa (29/) sore.

Warga terpengaruh hasutan sejumlah orang. Sehingga menolak jasad dikebumikan. Hal yang paling menjadi sorotan adalah masalah kedalaman lubang kuburan, sehingga mereka mengurug kembali sebelum jasad dimakamkan.

"Tadi ada oknum yang bicara tidak baik dengan bilang jika lubang makam kurang dalam. Akhirnya warga terprovokasi dan tidak terima," ungkap Tim Pemakaman TRC BPBD Jember Arief Junaidi.

Penutupan liang lahat merupakan puncak ketegangan. Sebelumnya, warga telah menyoal pemakaian peti jenazah yang dianggap tidak sesuai dengan keyakinan.

"Warga yang pro menerima pilihan keluarga jika pemakaman dengan protokol itu. Tapi, warga yang kontra ingin agar sesuai syariah Islam tanpa peti," kata Sutaman, warga setempat.

Beruntung pemakaman dapat berlangsung sesuai protokol COVID-19. Upaya persuasif dari Polsek dan Koramil setempat dapat meyakinkan warga sehingga tidak kembali berulah.

Pemakaman Pasien Corona di Jember Ditolak Warga, Lubang Kubur Bahkan Diuruk Lagi (1)
Pemakaman jenazah seorang pasien COVID-19 berjenis kelamin perempuan di Dusun Gumukbago, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember, yang ditolak warga. Foto: Dok. Istimewa

Liang lahat yang semula diuruk, akhirnya digali lagi untuk memakamkan jenazah. Pemakaman juga menggunakan peti mati.

Namun, permintaan dari keluarga adalah area kuburan dikelilingi kain hijau. Tujuannya, agar keluarga yang sedang berduka tidak langsung melihat proses pemakaman.

"Alhamdulillah, pemakaman secara protokol COVID-19 dapat berlangsung lancar. Dan setelah diberi pengertian bersama Muspika warga dapat menerima," terang Kapolsek Rambipuji AKP Hari Pamuji.

Warga maupun keluarga belakangan menyadari, karena dua kali tes usap pasien saat masih hidup menunjukkan hasil positif COVID-19.

Mengenai oknum yang memprovokasi warga, Hari menegaskan, pihaknya sudah tahu identitasnya. Tapi, tidak sampai dilakukan upaya hukum, karena situasi dapat terkendali.

"Tidak dilakukan pengamanan atau penangkapan, kita lakukan pendekatan secara persuasif. Kemudian pemberian pemahaman, akhirnya mau menyadari dan memahami," kata dia.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.