Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Rampok yang Paksa Korbannya Oral Seks Ditangkap! : Okezone News

0 1



BANYUASIN – Jumroh (26) pelaku pencurian di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, Sumatera Selatan ditangkap polisi.

Aksi Jumroh termasuk bejat, setelah menguras harta korbannya ia memaksa pemilik rumah untuk mengoral alat kelaminnya. Dari pengakuan pelaku perbuatan tidak senonohnya itu dilakukan di hadapan anak dua anak korban yang masih kecil.

Kapolsek Talang Kelapa Kompol Haris Munandar mengatakan, kejadian berawal saat pelaku mengetuk rumah korban. Ketika korban membuka pintu langsung didorong oleh pelaku sehingga terjatuh dan baju tidurnya terbuka.

“Pada saat terjatuh itulah korban langsung diancam oleh tersangka dengan senjata tajam jenis golok yang dibawanya. Akibatnya korban pasrah dan tidak melawan hingga tersangka mengambil beberapa harta benda milik korban,” ujar Haris didampingi Kanit Reskrim Ipda Nugroho Pandji, Rabu (17/2/2021).

Baca Juga: Rampok Cabul di Banyuasin, Korban yang Datang Bulan Dipaksa Oral Seks

Dan setelah mengambil sejumlah harta benda korban, tersangka kemudian berniat memperkosa karena nafsu birahinya bangkit usai melihat baju tidur korban terbuka saat didorong. Namun karena korban dalam kondisi haid atau datang bulan, sehingga pelaku memaksa korban oral seks.

“Tidak hanya melakukan curas, tersangka ini juga melakukan tindakan tidak senonoh oral seks kepada korban. Bahkan hal tersebut dilakukannya di depan anak korban,” katanya.

Sementara pelaku mengatakan, awalnya hanya berniat mau mencuri. Namun, karena korban terjatuh saat pintu rumah didorong paksa hingga pakaian tidurnya sedikit terbuka membuatnya tergoda.

“Aku nyabu dulu, baru aku mengetuk rumah korban dan mengancam korban dengan golok saat pintunya dibuka. Kemudian saya mengambil uang Rp200.000 dan ponselnya. Terus aku nafsu karena bajunya sedikit terbuka, dan aku paksa dia oral seks di depan anak-anaknya tapi lampunya dimatikan jadi tidak terlihat,” ujar pelaku.

Akibat perbuatan, pelaku akan dikenakan dua pasal berlapis, yakni Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahuan penjara dan Pasal 289 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

(kha)



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.