Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Selain Sesak Napas, Ini Bahaya D-dimer pada Pasien Covid-19 : Okezone Lifestyle

0 1


D-dimer adalah fragmen protein yang muncul saat bekuan darah larut dalam tubuh. Dalam kondisi normal, tubuh memiliki mekanisme untuk melakukan pembekuan dan pengenceran darah.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Primaya Bekasi Utara, dr M.Irfan,Sp.PD, D-dimer ini banyak diperiksa pada pasien Covid-19.

“Salah satu penyebab pembekuan darah adalah reaksi imunitas. Jadi, saat infeksi mulai terjadi, virus SARS-CoV2 akan menyebabkan gangguan pembekuan darah atau koagulopati,” terangnya pada Okezone melalui pesan singkat, Kamis (11/2/2021).

Kadar D-dimer yang tinggi di pembuluh darah dapat dikenali dari gejala klinis yaitu nyeri dada, sesak napas, pembengkakan dan kemerahan sebelah kaki secara tiba-tiba, dan kelemahan sebelah sisi anggota gerak.

Sesak Napas

Baca Juga : D-dimer pada Pasien Covid-19 Ramai Dibahas, Apa Sih Itu?

Lebih lanjut, jika kadar D-dimer tinggi pada pembuluh darah, itu akan membahayakan pasien Covid-19. Selain sesak napas yang parah, komplikasi penyakit pun dapat terjadi.

Dijelaskan dr Irfan, karena dapat terjadi pembekuan darah (trombus) di pembuluh darah balik atau vena, sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan di organ tubuh lainnya.

Baca Juga : COVID-19 Bisa Sebabkan Pembekuan Darah, 4 Hal Ini Harus Anda Ketahui

Misal sumbatannya itu di otak, maka efeknya adalah stroke. Lalu, kalau D-dimer itu menyumbat di tungkai bawah, pasien berisiko mengalami deep vein thrombosis (DVT), di perut sebabkan emboli paru, dan kalau di jantung bisa menyebabkan serangan jantung.

“Bahkan, penyumbatan D-dimer di pembuluh darah juga bisa menyebabkan koagulasi intravaskuler diseminata atau disseminated intravascular coagulation (DIC) pada kondisi pasien dengan infeksi berat,” sambung dr Irfan.

Lantas, apa upaya yang bisa dilakukan pasien Covid-19 untuk menurunkan risiko bahaya D-dimer ini?

Dokter Irfan menyarankan untuk sebaiknya pasien yang baru terdiagnosa Covid-19 segera berkonsultasi ke dokter. Sebab, dokter akan memeriksa beberapa parameter laboratorium, salah satunya D-dimer tersebut untuk melihat kemungkinan perburukan sesak napas di beberapa hari ke depan.

Pasien Covid-19

“Bila dokter menilai D-dimer pasien meningkat, biasanya akan langsung disarankan untuk rawat inap di rumah sakit untuk diberikan obat antikoagulan,” papar dr Irfan.

Tapi, kalau pasien memilih untuk isolasi mandiri di rumah, ada catatan yang harus diperhatikan. Adalah ketika pasien mengalami nyeri dada, sakit kepala berat, dan sesak napas yang memberat, maka pasien harus segera ke dokter.



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.