Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Tahun Ini Menristek Fokus Riset Lawan COVID-19: Bikin Test Kit hingga Ventilator

0 2


Tahun Ini Menristek Fokus Riset Lawan COVID-19: Bikin Test Kit hingga Ventilator
Seorang petugas kesehatan bersiap untuk memberikan dosis vaksin Sinovac di fasilitas kesehatan, di Jakarta, Kamis (14/1). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro, mengatakan ada sejumlah agenda yang akan dilakukan Kemenristek/BRIN di tahun 2021, salah satunya membuat produk inovasi nasional yang berfokus pada penanganan COVID-19.

“Di tahun 2021, dengan tetap berfokus pada prioritas riset inovasi nasional dan berupaya maksimal, berkontribusi pada penanganan COVID-19, Kemenristek/BRIN punya sejumlah rencana yang akan dijalankan tahun ini,” kata Bambang dalam konferensi pers rakor Kemenristek/BRIN yang digelar secara virtual, Kamis (28/1).

Pertama, terus melakukan Whole Genome Sequence (WGS) untuk pengujian molekuler atau genome surveillance guna mendeteksi berbagai varian virus COVID-19 yang ada di Indonesia.

Kedua, pengembangan tes COVID-19 yang mendekati PCR dengan sampel saliva atau air liur dan tanpa harus melalui tahap ekstraksi DNA. Ketiga, pengembangan cara mengukur antibodi COVID-19 dengan cara mudah, murah, dan cepat.

Tahun Ini Menristek Fokus Riset Lawan COVID-19: Bikin Test Kit hingga Ventilator (1)
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

"Dalam bagian ini, intinya kami siap mensukseskan program vaksinasi, di mana salah satu indikator kesuksesan vaksinasi adalah munculnya antibodi, daya tahan tubuh terhadap virus COVID-19 yang bisa dideteksi," kata Bambang.

"Deteksi ini akan dilakukan menggunakan test kit atau semacam rapid test yang dikembangkan Lembaga Eijkman, untuk menguji apakah orang sudah mempunyai antibodi yang cukup untuk COVID-19 atau belum, dan kalau memang masih membutuhkan antibodi (orang itu akan divaksin), setelah divaksin akan terlihat apakah vaksin yang sudah diberikan akan menumbuhkan antibodi tersebut. Di sinilah peran test kit."

Keempat adalah pengembangan ventilator ICU yang sampai saat ini belum dikembangkan oleh peneliti dalam negeri. Ventilator ICU ini akan dikembangkan oleh 5 kelompok pengembang, terdiri dari LIPI, BPPT, UGM, ITB, dan pihak swasta.

“Kita harapkan paling tidak, satu dari lima ini, nantinya tahun 2021 sudah lolos semua uji, termasuk uji klinis yang tidak mudah sehingga mudah-mudahan tahun 2021 bisa menjadi penanda milestone dalam inovasi kita yaitu Indonesia bisa melahirkan dan mengembangkan ventilator ICU,” ungkap Bambang.

Tahun Ini Menristek Fokus Riset Lawan COVID-19: Bikin Test Kit hingga Ventilator (2)
Peneliti perempuan di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang meneliti DNA COVID-19. Foto: L'Oreal Indonesia dan Eijkman

Berikutnya adalah pengembangan vaksin Merah Putih yang saat ini masih terus berjalan. Awal tahun ini diharapkan bibit Vaksin Merah Putih dapat diserahkan ke Bio Farma untuk tahapan selanjutnya.

“Pada Maret ini, semoga bibit vaksin dapat diserahkan ke Bio Farma untuk kemudian dapat diproses selanjutnya hingga uji klinis. Harapan kita semua agar Vaksin Merah Putih dapat digunakan dalam vaksinasi pada tahun 2022.” ujarnya.

Bagaimanapun, kata Bambang, COVID-19 merupakan bencana yang harus dihadapi. Ketahanan nasional pada kemampuan deteksi, pengobatan, dan imunitas sangat diperlukan. Oleh sebab itu, berbagai kemajuan di bidang biologi molekuler harus dikuasai dan digunakan sebesar-besarnya untuk peningkatan kesiapan menghadapi pandemi corona.

"Dalam kerangka inilah, Kemenristek/BRIN akan meningkatkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman atau Lembaga Eijkman menjadi pusat jejaring peneliti dan inovator biologi molekuler, terutama dalam pengembangan diagnostik, obat, vaksin, serta produk biologi lainnya," papar Bambang.

Semua ini dilakukan sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mempercepat penanggulangan pandemi corona yang melanda Indonesia melalui 4T (testing, tracing, tracking, treatment) baik dalam bidang pencegahan, skrining, diagnosis, obat dan terapi maupun alat kesehatan dan pendukung lainnya.



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.