Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Tambahan Listrik EBT 187,5 Mw, Mayoritas PLTS dan PLTA : Okezone Economy

0 3



JAKARTA – Institute for Essential Services Reform (IESR) memproyeksi penambahan kapasitas terpasang energi baru terbarukan (EBT) mencapai 400-500 megawatt di 2021. Hal ini masih jauh di bawah realisasi target yang tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Periset Teknologi dan Material Fotovoltaik IESR Daniel Kurniawan mengatakan, pada 2020, penambahan kapasitas energi terbarukan hanya 187,5 MW, terendah dibandingkan 5 tahun sebelumnya. Hal ini karena penundaan konstruksi terutama proyek-proyek PLTA dan juga panas bumi.

Baca Juga: Bangun Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Bisa Lebih Murah di 2030

“Penambahan kapasitas tahun 2020 mayoritas dari PLTA dan PLTS,” ujarnya dalam Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2021, Selasa (26/1/2021).

Di sisi bauran energi terbarukan di pembangkit listrik mengalami peningkatan hampir menyentuh 15% pada semester I/2020. Namun jika dilihat secara keseluruhan pembangkitan listrik kita masih didominasi batu bara yang juga meningkat 1,3%.

Baca Juga: Pelantikan Joe Biden Momentum Percepatan Pengembangan EBT Indonesia

“Ini menunjukkan bauran listrik kita masih sangat kotor dan emisi ini perlu diturunkan hingga tahun 2030 jika kita ingin mencapai kesepakatan Paris,” jelasnya.

Dia melanjutkan, untuk mencapai target 23% bauran energi terbarukan di 2025 maka harus ada penambahan kapasitas energi terbarukan setiap tahun sekitar 2 hingga 3 GW.

Menurut dia, penambahan kapasitas dari PLTS diproyeksikan akan lebih banyak disumbang oleh PLTS Atap dibandingkan PLTS terpusat (IPP). Ini dikarenakan penyesuaian pasokan listrik oleh PLN yang berarti proses lelang ditunda.

“Segmen industri juga akan terus menjadi kontributor utama penambahan kapasitas PLTS Atap di tahun 2021 mengingat ketersediaan skema pembiayaan dan skala,” tuturnya. 



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.