Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Terima Dulu Risikonya

0 12


Terima Dulu Risikonya
Yusuf Mansur. Foto: kumparan.

Punya masalah itu berkah. Sebab punya masalah, dosa akan diampuni. Ada orang yang bertaubat pada Allah SWT terus dia kejar amal sholeh. Terus kemudian dia malah mendapati masalah yang semakin besar. Sesungguhnya itu tanda-tanda doanya dikabul.

Kalau pengin cepet lunas utangnya, terima risikonya. Kemampuan menerima dan tidak melawan itu akan menyelesaikan seluruh persoalan. You fight you destiny. Itu yang akan membuat saudara lumpuh dan akibatnya macet mesinnya.

Perjalanan punya masalah itu harus dinikmati. Salah satu yang menyebabkan saya tahan banting juga karena saya membanting dan mengkonversi beban utang saya sebagai dosa. Itu yang mengakibatkan saya berkata pada Allah untuk segala keberatan yakni “Ahlan wa Sahlan”, selamat datang. “Saya terima Ya Rabb.”

Karena percuma saja kalau saudara banyak ilmunya tapi gak ada ikhlasnya. Selama saudara masih ngomong “tapi ustadz…” masalah saudara gak akan selesai.

Saudara menggadaikan rumah mertua, ya terima aja risikonya. Saudara menghadap mertua terus bilang, “Saya mengaku salah. Saya terima semua risikonya.” Terus mertua bilang, “Enak aja kamu bilang terima risikonya, saya yang nerima risiko semuanya nih.”

Terus apa? Masa mau berantem sama mertua? Suruh cerai? Ya cerai aja. Anggap aja itu sebagai puncak seluruh permasalahan.

3 bulan, 6 bulan, setahun dua tahun, ngumpul lagi. Umrah bareng, tawaf bareng. Cerita-cerita abis tawaf,

“Maafin ya mantu, emak banyak salah.”

“Gapapa mak. Mudah-mudahan saya jadi orang bener. Insya Allah.”

Saya baru memahami ketika ibu saya bilang, “Jangan ngutang lagi, adepin. Jangan lari, adepin. Mau diapain juga udah malu.” Istilah orang jalanan mah pasang badan.

Makanya saya suka sebel sama orang-orang yang gak “The Winner”. “Alhamdulillah ustaz akhirnya saya bisa merasakan cuci darah 2 minggu sekali.” Nah, itu tuh. The Winner pol. Hari ini, menit ini, detik ini, you are ya you are, anda ya anda. Gak usah dilawan. Kita mohon ampun aja sama Allah SWT.

Ketika pertama kali saya punya utang dari orang yang memberikan saya utang pertama kali dalam sejarah hidup saya, di depan gerbang rumahnya saya berdoa “Robbana Dzholamna anfusana wa illam taghfirlana wa tarhamna lanakuunanna minal khosirin.”

“Saya tau apa yang sedang saya lakukan. Dan saya tau saya sedang menerima akibat yang sudah saya lakukan. Rabb, bila utang 30 juta ini masih kurang untuk menutup dosa-dosa saya, kasih lagi ya Rabb. Aku ridho.”

Dan beneran dikasih lagi. Ya terima. Orang suka ngeluh utangnya tambah gede, justru itu tanda-tanda Allah akan ngabulin doa kita. Maka akan dipercepat masa pengembalian, tahanin resikonya, abis itu selesai.



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.