Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Tumbal Anggara Kasih: Orang Misterius (Part 1)

0 2


Tumbal Anggara Kasih: Orang Misterius (Part 1)
Ilustrasi pengorbanan, dok: pixabay

Kali ini Mbah mendapatkan sebuah cerita yang menarik dari salah satu penulis senior terutama di dunia Twitter. Kisah yang diangkat merupakan sebuah tragedi bernuansa pengorbanan atau dalam istilah perdukunan sering disebut tumbal.

Mumpung baru dimulai ceritanya, monggo disimak secara seksama ya Sobat.

Anggara Kasih atau Selasa Kliwon merupakan Weton Raja baik dari kalender Jawa, Sunda ataupun kalender Bali. Dengan jumlah Neptu 11, Selasa : 3, Kliwon : 8. Mereka yang terlahir dengan weton ini, biasanya merupakan orang-orang pilihan, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Biasanya orang yang terlahir dengan weton Selasa Kliwon, mereka merupakan orang yang mengganggap segala dedemitan dengan ketidakmau tahuannya alias bodo amatan.

Hal ini linier dengan anggapan bahwa, segala macam bentuk santet serta praktik ilmu gaib lainnya tidak akan mempan kepada orang dengan weton ini.

Orang dengan weton Selasa Kliwon dipercaya mempunya daya magis tersendiri, mudah menarik dedemitan maupun para pelaku ilmu hitam. Bahkan dalam suatu tantra kuno, satu tetes darah orang dengan weton selasa kliwon setara dengan tumbal persembahan 100 manusia.

Itulah mengapa, baik di dalam ajaran Sunda Wiwitan, Kejawen, maupun Bali, biasanya anak yang terlahir dengan weton ini harus melalui serangkaian adat, serangkaian upacara, karena dipercaya bahwa mereka yang terlahir pada Selasa Kliwon merupakan anak yang diberkati oleh Sang Hyang.

Sedangkan untuk para pelaku ilmu hitam, mereka yang terlahir dengan weton Selasa Kliwon adalah mangsa yang cocok untuk penyempurna ilmunya.

Apalagi jika anak itu mempunyai kelebihan, maka harganya akan laku dipasaran untuk beberapa tetes darahnya. Bahkan konon ada yang berani membayar mahal untuk 1 remaja yang terlahir selasa kliwon dan mempunyai "bakat".

Jika laki-laki, sebelum dia akhil balik, dan jika perempuan, setelah menstruasi pertama dan dalam kondisi perawan. Penumbalan ini bertujuan untuk kedigdayaan, kekuasaan, dan umur panjang.

Bahkan tidak hanya itu, harta melimpah dan juga kebal terhadap serangan gaib juga menjadikan salah satu alasan kenapa anak dengan weton Anggara Kasih sangat dicari.

Saat itu Ibukota, awal tahun 2019,

Malam itu, aku, Nath dan adikku Alma, baru saja menginjakkan kaki ke bilangan Sudirman. Seperti biasa, kami selalu ada satu malam untuk sekedar silly chit chat atau minum-minum cantik.

Sambil menunggu Budi dan pacar barunya, Jo adikku adalah anak bontot, alias yang termuda di antara kami semua, daripada ia harus pulang dalam kondisi mabok parah, maka kami semua memutuskan untuk ikutan jika dia mau minum-minum cantik, ya gimana ya, namanya adik cewek, jadi harus dijaga, karena kita tidak pernah tahu hal buruk apa yang akan terjadi.

Tumbal Anggara Kasih: Orang Misterius (Part 1) (1)
Ilustrasi minum-minum, dok: pixabay

Sedangkan aku adalah kakak yg berprinsip, sebadung apapun dia, aku harus tahu, karena aku tidak mau dia jatuh atau terjebak dengan orang-orang yang salah. Jadi, biarkan dia badung dengan sepengetahuanku, dan dia juga tahu kalo kakaknya tidak mempan dibohongi.

Nath sibuk dengan gawainya, Alma sudah dari tadi keliling menyapa teman-temannya, sedangkan aku, memilih untuk menunggu Budi dan kekasih barunya.

Hingga tak lama kemudian, aku merasa seolah-olah ada yang memperhatikan kami, tapi lihat Nath biasa saja. Mungkin hanya perasaanku saja.

Dari kejauhan aku melihat Budi dan Jo, mereka berdua kemudian menghampiri kami.

"Yaa ampun ceu, macet banget," ucapnya sambil mencium pipiku dan Nath bergantian.

"Iyalah Bud, namanya juga weekend," ucap Nath.

"Adik lu mana?," tanya Budi.

"Biasa lah, lu kayak gak tau," ucapku.

"Tu bocah, ngiter mulu kerjaannya, bawa minuman apaan dia tadi?," tanya Budi.

"Bombay shaphire," ucapku.

"Kalian nggak mau open botolan lagi?," tanya Budi.

"Apa aja lah Bud, yang agak strong, gue pengen tipsy dikit malem ini," ucap Nath.

Jika seperti ini, sudah dapat dipastikan, akulah yang akan mengurus mereka semua. Karena di antara mereka hanya aku yang peminum dan bukan pemabok.

[Cerita ini diadaptasi dari Twitter/greymocil]

Entah mengapa, aku masih merasa ada yang mengawasi. Jika seperti ini aku tidak bisa mengandalkan Nath, walaupun insting dia tetap ada, tapi jika sudah minum, dia makin tidak peduli dengan keadaan sekitar.

Malam itu entah kenapa, aku merasa tidak tenang. Seolah olah ada mata jahat yang mengawasi. Lalu Nath memintaku untuk menghubungi Bima, mas crushnya yang juga anak dari Aryasatya.

Akupun menghubungi Bima dengan gawaiku, dengan sedikit drama aku meminta Bima menyusul kami di bilangan Sudirman, dan Bima pun mengiyakan permintaanku.

30 menit kemudian Bima pun sampai, dengan tergopoh-gopoh Bima menghampiri kami. Dia bertanya padaku berapa gelas yang sudah Nath minum?.

Aku sengaja bilang bahwa aku tidak tahu, karena pasti akan seru jika melihat drama mereka berdua. Kapan lagi lihat drama mereka dan benar saja drama dimulai, tapi bukan Nath dan Bima.

Melainkan adikku, dia sudah meracau tidak jelas, tapi sepintasku dengar bahwa dia mengucapkan ada orang jahat yang dari tadi melihat kami semua.

Tumbal Anggara Kasih: Orang Misterius (Part 1) (2)
Ilustrasi dibuntuti, dok: pixabay

Aku tahu dia mabok, tapi akupun tahu dia benar, hingga akhirnya kami memutuskan untuk pulang, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul 2.30 dini hari.

Bima lah yang membawa mobil Budi, karena di antara mereka semua memang hanya aku dan Bima yang masih tersadar. Yang lain sudah pada halusinasinya masing-masing.

Bayangkan saja mereka membuka kaca mobil, dan menyapa seluruh orang, bahkan mereka juga menyapa para penyiram tanaman kota. Jika itu kurang, bayangkan mereka memannggil semua orang di lampu merah dan mengajak berkenalan.

Bahkan yang lebih frontalnya lagi, ketika ada laki-laki mereka semua terang-terangan meneriakinya dan meminta mereka berkenalan padaku, dengan berkata bahwa aku jomblo. Tuhan, ingin ku slepet rasanya mulut mereka semua pakai kuah mie biar diam.

Akhirnya kami semua sampai juga di apartemen Budi, aku dan Bima menurunkan mereka satu per satu. Ingin rasanya kudorong mereka dengan troli.

Mengingat pasti akan berisik ketika di lobby apartemen. Seolah malam itu kurang horror dengan mabuknya mereka, tiba-tiba terdengar suara cekikikan melengking yang membuat aku bersyukur karena mereka mendadak sadar dan lari tunggang langgang.

Tak terbayang jika mereka semua tidak sadar, aku dan Bima harus bolak balik menyeret mereka. Jujur, itu untuk pertama kalinya aku mendengar lengkingan sekaligus cekikikan kunti.

Entah karena memang seperti itu atau karena efek di basement jadi suaranya menggema. Kamipun lari tunggang langgang, hanya aku saja yang berjalan karena susah lari, engap kalo aku harus berlari.

Kemudian sampailah kami semua di unit Budi, karena sudah setengah sadar, aku inisiatif membuatkan mereka mie rebus, agar tidak terlalu parah hangovernya.

Keesokan harinya,

Alma bercerita jika tadi malam ada orang yang memperhatikan kami, tapi aku hanya menganggap itu angin lalu, karena aku pikir bahwa itu efek dari minuman yang dia minum.

Lalu Nath pun membenarkan ucapan Alma, bahwa dia juga tahu ada yang memperhatikan makanya ia memintaku untuk menghubungi Bima, karena Nath tahu bahwa Bima bisa menjaga kami semua.

Lalu Nath berbisik padaku "Ini aneh Yik," ucapnya. Tapi aku menepis semuanya, karena jika bisa dilogikakan mengapa tidak, mungkin mereka tidak sengaja melihat kami.

Tak lama Jo pun mengiyakan, bahwa cara orang itu nenatap kami itu tidak wajar. Seolah-olah ingin menelan kami semuanya. Tapi, apa iya 2019 masih ada yang kaya gtu?. Tapi yasudahlah, toh kami semua bisa pulang ke tempat Budi dengan selamat.

Kami pun segera melupakan itu semua, karena untuk apa mengingatnya jika kami tidak kenal. Lagian, bos ilmu hitam yang kami kenal juga sekarang dekat dengan Nath, jadi apalagi yang perlu kami risaukan.

Yang penting, pekerjaan kami semua harus lancar. Tak lama kemudian, Bima datang menghampiri kami semua, dia meminta izin untuk pulang terlebih dahulu dan nanti siang akan kembali untuk menjemput Nath.

Karena aku dan adikku hanya beda unit dengan Budi, jadi aku pulang terlebih dahulu untuk mengambil barang-barang. Sesampainya di unitku, gawaiku berbunyi, ternyata Mas Wisnu menelefonku.

Mas Wisnu memintaku berhati-hati, karena ada pergerakan dari beberapa tantra kuno yang akan bangkit. Jika memang benar adanya, kenapa Aryasatya tidak memberitahu kami.

Kira-kira dia tahu atau tidak, ah, sudahlah, nanti juga akan ada titik temu. Jika memang mereka bangkit, kita lihat saja nanti akan ada drama apa di kemudian hari, toh tiap manusia juga bergelut dengan drama dan karmanya masing-masing jadi kenapa harus takut.

Jujur, aku tidak ingin memusingkan apapun hari ini, karena aku hanya ingin tenang, menikmati hari liburku dengan sebaik mungkin. Tapi apa bisa jika kami semua sedang berkumpul seperti saat ini, tak lama kemudian, Jo pun berpamitan daru unit Budi, karena ia harus pergi bekerja.

Jo dan Budi ini unik, sepasang kekasih dengan tubuh yang tertukar. Karena Budi yang laki-laki kalah macho dengan Jo yang perempuan, namanya Josefira, tapi kami semua memanggilnya Jo.

Karena aura dia yang jauh lebih macho dari semua lelaki di sekitar kami. Sepeninggal Jo, kami semua sibuk dengan gawai kami masing-masing karena memang seperti inilah kami jika ngumpul, kalo enggak sibuk dengan gawai ya sibuk mencari apa saja yang bisa digibahin.

Tumbal Anggara Kasih: Orang Misterius (Part 1) (3)
Ilustrasi main ponsel, dok: pixabay

Hingga tak lama kemudian, gawai Alma berbunyi, ternyata telepon dari salah satu teman kami Danar, seperti biasa kami pun heboh setiap Danar telepon karena dia selalu membawa gorengan yang enak-enak bahkan dia juga tahu warteg mana yang bisa membuat alergiku tidak kambuh.

Kamipun menuliskan makanan yang ingin kami beli melalui Danar, weekend memang waktu yang tepat untuk bermalas-malasan. Jadi kami memutuskan untuk menitipkan pesanana kami lewat Danar dan tentu tidak lupa kami menitipkan tempe mendoan buatan bibinya Danar yang legend, saking enaknya.

Akhirnya Danar pun sampai ke unit Budi dengan membawa semua pesanan kami. Selesai makan, Danar bercerita bahwa dia kenalan dengan perempuan dari aplikasi burung biru, dia bercerita bahwa perempuan ini adalah perempuan baik, seru dan asyik jika diajak berteman.

Kami semua mendengarkan dengan seksama, karena jarang-jarang Danar bercerita tentang lawan jenis seantusias ini. Bahkan Danar juga berkata bahwa perempuan ini sudah beberapa kali bayar Danar untuk mengantarkannya kemana saja.

Kami berpikir, berarti perempuan ini tanggungjawab. Hanya saja, dari awal ketika Danar bercerita tentang perempuan ini, Alma selalu negatif thingking, hingga Nath menegurnya karena Nath merasa tidak seharusnya Alma berbuat seperti itu, apalagi Danar adalah teman kami.

Bersambung…



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.