Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Ukraina Larang Penggunaan Vaksin Corona Buatan Rusia: Sputnik V Senjata Hibrida

0 4


Ukraina Larang Penggunaan Vaksin Corona Buatan Rusia: Sputnik V Senjata Hibrida
Seorang petugas medis menunjukkan vaksin Sputnik V. Foto: Maxim Shemetov/REUTERS

Ukraina secara resmi melarang pendaftaran vaksin buatan Rusia, Sputnik V, dalam program vaksinasinya.

Sejauh ini, Ukraina telah tertinggal dari negara lain dalam program vaksinasi corona yang telah menginfeksi lebih dari 1,25 juta warganya, di mana 23.934 pasien di antaranya meninggal dunia.

Dikutip dari AFP pada Rabu (10/2) waktu setempat, emerintah Ukraina telah berulang kali mengatakan tidak akan menggunakan vaksin Sputnik V lantaran dianggap "senjata hibrida Rusia melawan Ukraina".

Diketahui Rusia dan Ukraina telah berselisih sejak pencaplokan Krimea oleh Rusia pada 2014 dan keterlibatan Moskow dalam konflik di timur Ukraina.

"Pendaftaran vaksin … produksi yang dilakukan di negara bagian (Rusia) yang dinyatakan parlemen Ukraina sebagai penyerang negara dilarang," bunyi keputusan pemerintah Ukraina.

Ukraina Larang Penggunaan Vaksin Corona Buatan Rusia: Sputnik V Senjata Hibrida (1)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Foto: AFP

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mengatakan pekan lalu telah mendapatkan 20 juta dosis vaksin dari Institut Serum India dan skema COVAX global.

Ia berharap vaksinasi terhadap 41 juta penduduknya bisa dimulai pada pertengahan Februari.

Pada Desember 2020, Ukraina juga sepakat membeli 1,9 juta dosis vaksin Sinovac melalui perantara dengan harga USD 18 per dosis. Ukraina juga berharap mendapat 1,2 juta dosis vaksin AstraZeneca dari Polandia.

Di sisi lain, penegak hukum Ukraina telah mulai menyelidiki apakah pemerintah telah membeli vaksin dengan harga yang di-mark up. Adapun Menteri Kesehatan Ukraina, Maksym Stepanov, mengatakan pemerintah telah terbuka dan transparan tentang pengadaan vaksin.



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.