Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

Wall Street Bervariasi, Joe Biden Mulai ‘Senggol’ China : Okezone Economy

0 2



JAKARTA Wall Street beragam pada penutupan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan S&P 500 dan Nasdaq sedikit menguat saat investor bertaruh pada lebih banyak stimulus fiskal AS.

Namun, Presiden AS Joe Biden mengatakan China siap untuk “mengalahkan kami,” sebuah peringatan yang melemahkan antusiasme untuk pasar mendekati rekor tertinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average terkikis 7,10 poin atau 0,02 persen menjadi berakhir di 31.430,70 poin. Indeks S&P 500 terangkat 6,50 poin atau 0,17 persen, menjadi ditutup pada 3.916,38 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 53,24 poin atau 0,38 persen lebih tinggi, menjadi 14.025,77 poin.

Baca Juga: Wall Street Mixed, Indeks Dow Jones Lari Kencang 

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi merosot 1,52 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor teknologi maju 1,09 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Nvidia Corp melonjak 3,2 persen dan Intel Corp terdongkrak 3,1 persen, menjadikan teknologi sebagai sektor utama yang menguat di S&P 500 dan Nasdaq. Saham yang turun melebihi jumlah yang naik di Nasdaq dan Bursa Efek New York.

Biden mengatakan kepada sekelompok senator AS dalam sebuah pertemuan untuk membahas perlunya meningkatkan infrastruktur AS dan bahwa Amerika Serikat harus meningkatkan permainannya dalam menghadapi tantangan dari China.

Peringatan tentang China dan rencana Demokrat untuk menaikkan upah minimum menjadi 15 dolar AS dalam paket stimulus 1,9 triliun dolar AS menunjukkan hambatan bagi investor dapat meningkat, kata Ed Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.

“Pasar mulai sedikit gelisah atas hubungan antara Barat dan China,” kata Moya.

Pembicaraan telepon pertama Biden pada Rabu malam (10/2) dengan Presiden China Xi Jinping “memunculkan kembali semua kesulitan yang akan kami hadapi tahun ini selain pandemi,” katanya.

Demokrat juga tidak setuju tentang di mana mereka berdiri tentang upah minimum, katanya. “Ini menyeret keluar pembicaraan stimulus.”

Mastercard naik 2,6 persen setelah perusahaan kartu kredit itu mengatakan berencana untuk menawarkan dukungan untuk beberapa mata uang kripto di jaringannya tahun ini, bergabung dengan sederet perusahaan besar yang telah menjanjikan dukungan serupa.

Bank of New York Mellon naik 0,9 persen setelah mengatakan telah membentuk unit baru untuk membantu nasabah memegang, mentransfer, dan menerbitkan aset digital, mengirim bitcoin ke level tertinggi sepanjang masa di 48.696 dolar AS.

Jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran mencapai 793.000 minggu lalu, dibandingkan dengan 812.000 pada minggu sebelumnya, tetapi mereka jauh di bawah rekor 6.867 juta yang dilaporkan Maret lalu ketika pandemi melanda Amerika Serikat.

Indeks utama Wall Street telah mencapai rekor tertinggi baru-baru ini ketika prospek RUU bantuan 1,9 triliun dolar AS yang bertujuan untuk memulai ekonomi AS, sementara musim laporan keuangan emiten sebagian besar lebih baik dari perkiraan juga telah meningkatkan sentimen.

Analis sekarang memperkirakan laba kuartal keempat untuk perusahaan S&P 500 meningkat 3,0 persen, dibandingkan perkiraan penurunan 10,3 persen pada awal Januari, menurut data Refinitiv. Saham-saham diperdagangkan dengan kelipatan tinggi, menimbulkan kekhawatiran bahwa pasar dinilai terlalu tinggi.

“Pasar tentu dihargai dengan adil. Saya tidak melihat pasar secara keseluruhan dinilai terlalu tinggi,” kata David Trainer, kepala eksekutif New Constructs, sebuah perusahaan riset di Nashville, Tennessee. “Ada kantong saham, kami menyebutnya gelembung mikro, yang sangat dinilai terlalu tinggi.”



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.