Kompaspolitik.com
Koran Digital Kekinian

WHO Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin AstraZeneca : Okezone Lifestyle

0 1


Perkembangan terbaru seputar penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca satu ini, bisa menjadi angin segar bagi banyak negara di dunia yang sudah begitu menantikan pasokan vaksin Covid-19 gratis.

Sebagaimana dilapor Newser, Selasa (16/2/2021) Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO diketahui telah mengeluarkan izin otorisasi atau izin penggunaan darurat untuk Vaksin AstraZeneca.

Dengan keluarnya izin penggunaan darurat ini, jadi suatu langkah yang membuat mitra badan PBB bisa mengirimkan jutaan dosis vaksin Covid-19 tersebut ke negara-negara di berbagai penjuru dunia, sebagai bagian dari program yang didukung oleh PBB untuk mengatasi situasi pandemi Covid-19.

 Vaksin Covid-19

Dalam pernyataan resmi WHO Senin 15 Februari kemarin, WHO menyebutkan pihaknya sedang membersihkan vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh Serum Institute of India dan AstraZeneca-SKBio Korea Selatan. Dari laporan AP, lampu hijau yang dikeluarkan oleh WHO untuk vaksin AstraZeneca ini, adalah lampu hijau yang kedua dari WHO setelah mengeluarkan otorisasi penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech pada Desember 2020.

Rilisnya izin penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca seharusnya bisa jadi pacuan untuk segera dilakukannya pengiriman ratusan juta dosis vaksin ke negara-negara yang telah mendaftar, lewat program COVAX yang didukung oleh PBB. Program yang bertujuan untuk mengirimkan vaksin Covid-19 ke masyarakat yang paling rentan di dunia.

“Negara-negara yang tidak memiliki akses untuk vaksin, akhirnya akan bisa memulai program vaksinasi untuk tenaga kesehatan mereka dan populasi penduduk yang beresiko,” ujar Dr Mariângela Simão, Asisten Direktur Jenderal WHO untuk bidang akses ke obat-obatan dan produk kesehatan.

Untuk diketahui, sejauh ini Vaksin AstraZeneca sudah disahkan di lebih dari 50 negara di dunia. Mulai dari Inggris, India, Argentina, Meksiko dan masih banyak lagi. Vaksin ini disebut jadi vaksin Covid-19 versi lebih murah dan lebih mudah ditangani daripada vaksin buatan Pfizer-BioNTech yang membutuhkan tempat penyimpanan dingin, yang mana tidak tersedia secara luas di negara-negara berkembang.

(DRM.-)



Source link

Leave A Reply

Your email address will not be published.